Beberapa minggu yang lalu para dosen seluruh Indonesia diperintahkan untuk  mengunggah berbagai data mengenai kerjanya selama 3 semester ke salah satu Sistem Informasi yang baru di miliki DIKTI. Adapun data yang mesti diunggah sebenarnya adalah data yang pernah dimasukkan saat pengurusan Jabatan Fungsional Dosen ataupun saat pengurusan Sertifikasi Dosen. Lalu kenapa data yang serupa mesti dilakukan unduh ke ulang lagi ke DIKTI? Doooh…

Pemerintah Indonesia memang sangat hobi melakukan pemutakhiran data, bahkan terkesan data yang dimutakhir pun sebenarnya sudah dikelola di tempat lain.

Kembali kepada berkas yang mesti diisikan dan diunduh ke Sistem Informasi tadi, berkas tersebut diantaranya adalah :

  1. Jumlah SKS mengajar dosen setiap semester
  2. Jumlah mahasiswa bimbingan setiap semester
  3. Jumlah mahasiswa yang dibimbing akademik setiap semester
  4. Daftar nilai mahasiswa yang diajar setiap semester

Data-data tersebut semestinya tersimpan di Sistem Informasi Akademik di setiap kampus. Kenapa DIKTI tidak menginstruksikan kepada seluruh kampus dalam hal ini mungkin PUSKOM kampus  untuk membuat layanan Web atau Web Service saja. Setiap kampus akan merancang Web Service sesuai dengan kententuan yang diinginkan DIKTI. Bila data di SIAKAD kampus tersebut diperbarui maka data pada Web Service pun akan termutakhirkan sehingga akan diperoleh data yang valid. Berikut ilustrasi diagram blok pembuatan Web Service setiap kampus:

PERANCANGAN PEMBUATAN WEB SERVICE PERGURUAN TINGGI INDONESIA
PERANCANGAN PEMBUATAN WEB SERVICE PERGURUAN TINGGI INDONESIA

Tentu rancangan diatas merupakan konsep secara sederhana sehingga dapat dikembangkan lagi dengan lebih baik. Bila ini diimplementasikan maka akan mendapatkan banyak keuntungan diantaranya:

  1. Server yang digunakan mengelola sistem informasi tidak perlu besar dan banyak, dikarenakan sistem hanya bertugas menarik dan mengelola data yang telah disediakan Web Service setiap kampus.
  2. Sistem Informasi yang dibangun oleh Dikti pun tidak terlalu rumit hanya berupa pengelola data yang menampilkan laporan sesuai keinginan pemerintah.
  3. Dosen-dosen tidak perlu memasukan datanya secara berulang-ulang.
  4. Data laporan selalu terbaru sesuai dengan data SIAKAD setiap kampus.

Pemborosan demi pemborosan selalu terjadi di negeri ini. Semoga tidak terjadi lagi dan dananya bisa dimanfaatkan ke hal lain.

Jayalah INDONESIA!!!