Terkadang saya mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan “Asalnya orang mana?”. Sebab kedua orang tua berasal dari provinsi Sumatera Barat dan bersuku Minang. Namun saya lahir di Jakarta dan besar berbagai kota yaitu Jakarta, Surabaya, Denpasar, Pontianak dan Bandung. Berkat sering tinggal pindah-pindah maka saya menguasai 2 bahasa daerah yaitu Jawa dan Sunda. Bahasa Minang? Ooww saya tidak bisa bicara cuman bisa mengerti apa yang dibicarakan. Oh ya satu lagi saya bisa logat Melayu, yah karena sekarang tinggal di kota Pontianak.

Nah, kembali ke permasalahan awal, saat ditanya “Asalnya orang mana?” Maka ada 2 jawaban di otak saya yaitu Padang atau Minang. Padang merupakan ibukota provinsi Sumatera Barat sedangkan Minang adalah nama suku yang berdiam di Sumatera Barat. Saya tidak bisa mengaku orang Padang karena orang tua saya bukan dari kota Padang tapi dari Bukit Tinggi dan Liki (Solok). Tapi kalo jawab orang Minang kebanyakan orang agak bingung alias delay sedikit.

Hal ini terjadi mungkin disebabkan rumah makan masakan Minang saat ini terkenal dengan rumah makan Padang. Jadi orang pada umumnya mengetahui kalo RM. Sederhana, RM. Simpang Ampek, RM. Takana Juo dan lain-lain itu adalah restoran Padang bukan restoran Minang. Padahal yang disajikan di rumah makan tersebut adalah masakan Minang bukan masakan Padang karena Rendang itu milik orang Minang secara keseluruhan bukan milik orang Padang saja.

Namun yang membuat saya cukup kaget adalah banyak orang yang bisa menebak kalo saya ini orang Padang atau orang Minang padahal logat atau bahasa yang saya gunakan cenderung dipengaruhi Jawa dan Sunda. Mmmm… mungkin muka saya muka rendang… ha..ha…ha…

Saat ini kalo ditanya “Asal mana?” Saya selalu jawab Minang karena saya merasa bukan orang Padang.