Ketika sebuah situs kebetulan memiliki nama sama, dapatkah Anda membedakan asal negaranya? Ya, seharusnya bisa. Seperti dailymail.co.uk jelas berada Inggris Raya sedangkan dailymail.com.my berada di Malaysia. Tujuan situs “raksasa” memiliki domain berdasarkan asal negara penggunanya adalah untuk melakukan segmentasi penggunanya. Pengguna yang mengakses situs dengan nama domain negara tertentu maka dia akan mendapat bahasa, informasi dan iklan  berdasarkan domain tersebut.

Nah, sekarang tahukah Anda nama domain negara kita Indonesia? Ya, betul domain .id. Domain ini dikelola oleh sebuah lembaga yang bernama PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). PANDI  bertanggung jawab terhadap pengelolaan domain .id, semua domain berakhiran .id tercatat di sana.

Teknis pengelolaan yang dilakukan PANDI saat ini adalah dengan pembagian tugas Registry dan Registar. Sebagai Registry maka PANDI hanya membuat dan menjalankan kebijakan nama domain, serta  mengelola sistem nama domain, sedangkan untuk Registar diserahkan pihak ke-tiga yang berfungsi untuk menjual nama domain .id. Metode ini tentu sangat efektif dari mengurangi beban kerja dari PANDI yang sudah berat dengan mengelola domain .id dan PANDI tidak perlu lagi mengurus penjualan domain .id.

MANFAAT DOMAIN .ID
Domain .id  menunjukkan bahwa situs tersebut merupakan milik orang/perusahaan di  Indonesia sehingga dapat menjadi sarana promosi negeri ini di dunia maya. Penggunaan nama domain .id dapat mempermudah para pengguna mesin pencari untuk menemukan situs perusahaan di Indonesia. Sehingga pihak asing yang ingin bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia dapat segera melihat profile dari perusahaan-perusahaan tersebut. Bila perusahaan dikenal maka ini akan berdampatk positif terhadap perkembangan negeri ini.

SOSIALISASI
Bagaimana dengan situs perusahaan di Indonesia sudahkah menggunakan domain .id?   Masih sangat banyak situs-situs perusahaan yang belum menggunakan domain .id sebagai situs resmi perusahaannya, mungkin dikarenakan  kalo di baca kurang enak co.id (ko id = mati) sehingga pemilik situs takut perusahaannya nanti tersugesti bangkrut. Namun itu tentu hanya sebuah guyonan saja, kemungkinan terbesar adalah banyak perusahaan yang tidak mengerti cara mendapatkan domain .id atau konsultan yang membuat situs tidak mau ribet jadi pake .com saja, cepat selesai dan uang bayaran pun cair.

Oleh sebab itu  maka PANDI dan instansi pemerintah terkait perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai hal terkait domain .id, misalkan syarat-syarat apa saja yang diperlukan untuk mendaftar, berapa biaya yang diperlukan, dimana domain .id bisa dibeli.  Sesuai dengan Misi dari PANDI yaitu meningkatkan jumlah nama domain .id maka informasi yang tepat dan benar harus didapatkan oleh masyarakat. Dengan sosialisasi yang baik kepada masyarakat maka diharapkan para jumlah pengguna domain .id akan meningkat.

KETEGASAN PEMERINTAH
Peran pemerintah juga sangatlah penting untuk mewujudkan Visi dan Misi dari PANDI, diharapkan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dapat mendorong terwujudnya Visi dan Misi tersebut. Saat ini saja masih ada situs pemerintah yang tidak menggunakan domain .id sebagai situs resminya, misakan Direktorat Pengembangan Air Minum dan Badan Pengatur Jalan Tol.

Kasus lain, ketika sedang mengarungi mesin pencari dengan kata kunci “dinas pendidikan”, saya menemukan Dinas Pendidikan DKI dengan alamat disdikdki.net, sementara Dinas Pendidikan Kota Padang lebih menyukai alamat dengan bunyi diknas-padang.org. Kenapa bisa berbeda-beda satu dengan lainnya? Apakah tiap dinas mengemban tanggung jawab yang berbeda? Sungguh membingungkan orang awam, bahkan bukan mustahil ada yang mempertanyakan kesahihan masing-masing situs. Bila dilakukan pencarian lebih lanjut maka akan di temukan lebih banyak lagi.

Jika situs resmi pemerintah saja tidak tertib seperti ini tentu sangat susah mengharapakan pihak swasta untuk menggunakan domain .id.   Hal ini menunjukan kurang kepedulian pemerintah sendiri terhadap domain .id. Ketegasan pemerintah dengan kebijakan sangatlah diperlukan.