Subsidi BBM tak lama lagi akan dikurangi sehingga mengakibatkan harga BBM akan naik. Hal yang menjadi pertanyaan adalah sebenarnya kemana subsidi itu akan dialihkan? Belum ada kejelasan dari pemerintah mengenai hal ini. Sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan tentu saja saya mengharapkan pendidikan di negeri ini semakin baik dan terjangkau. Saat ini pendidikan di negeri ini begitu mahal sehingga dapat dikatakan si miskin gak boleh pinter. Mari kita lihat biaya pendidikan di sini dibandingkan dengan biaya pendidikan di negeri jiran.

Di sini biaya kuliah S1 memiliki rincian sebagai berikut (Sumber) :

  1. Biaya Penyelenggaraan Pendidikan yang dibayar di Muka (BPPM) Rp. 55.000.000,-
  2. Biaya Penyelenggaraan Pendidikan per Semester (BPPS) Rp. 5.000.000,-

Jika diasumsikan mahasiswa kuliah selama 8 semester maka total biaya yang mesti dikeluarkan adalah Rp. 55.000.000,- + Rp.40.000.00,- = Rp. 95.000.000 (Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah).

Mari kita lihat biaya kuliah S1 di negeri jiran (Sumber)

  1. STUDY FEES
    1. Registration Fee RM20.00
    2. Minggu Haluan Siswa Fee RM180.00
    3. Alumni Fee RM100.00
    4. Co-CurriculumRM300.00
  2. PAYMENT FOR EACH SEMESTER
    1. Activity & Student’s Khairat Fees  RM21.00
    2. Student Services Fee RM45.00
    3. UTM Services Fee RM110.00
    4. Computer Services fee RM20.00
    5. Education Fee RM700.00

Jadi dengan asumsi kuliah 8 semester total biaya yang dikeluarkan RM 600 + (RM 896 * 8) = RM 7768 atau senilai Rp. 23.304.000 (Dua Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Empat Ribu Rupiah).

OK itu masih harga warga negara asli. Bagaimana dengan warga negara asing? Pada umumnya biayanya menjadi 3 kali lipatnya, berarti sekitar Rp. 69.912.000 atau sekitar Rp. 70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta Rupiah).

Ajaib kan, ternyata masih lebih mahal kuliah di Indonesia! Mengenai biaya hidup tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Mungkin hanya kecintaan terhadap bangsa saja yang membuat orang tua di Indonesia tidak mau mengkuliahkan anaknya di negeri jiran.