Dalam sebuah rumah tangga ada tuntutan untuk memenuhi nafkah lahir dan batin. Nafkah lahir seperti makanan, pakaian,  tempat tinggal dan segala sesuatu yang bersifat fisik. Sekarang pertanyaannya apa yang disebut nafkah batin? Mungkin kebanyakan orang menjawab adalah SEX. Apakah betul SEX itu nafkah batin di dalam rumah tangga.

Sekarang coba perhatikan definisi batin itu sendiri (sumber: http://kamusbahasaindonesia.org/batin/mirip) :

  1.  sesuatu yg terdapat di dalam hati; sesuatu yg menyangkut jiwa (perasaan hati dsb).
  2. sesuatu yg tersembunyi (gaib, tidak kelihatan): sukar mengetahui (mengukur).
  3. semangat; hakikat

dari definisi terlihat bahwa SEX tidak termasuk pada kategori batin, sebab tidak terdapat dalam hati dan bukan hal tersembunyi.

Lalu apa nafkah batin itu? Nafkah bathin itu adalah amalan agama seperti shalat, puasa, dzikir, membaca Al-Quran. Maka suami dapat dikatakan memberikan nafkah batin pada istrinya apabila dia sudah mengajarkan tentang amal agama kepada istrinya. Misalkan bagaimana tata cara shalat, membaca Al-Quran dengan benar, bacaan dzikir yang diamalkan, aturan-aturan agama dan segala hal yang terkait dengan amalan agama.

Bagaimana bila sang suami tidak mengetahui mengenai pelajaran agama? Ya mau gak mau belajar agama dengan ustad kemudian ajarkan kepada istri di rumah. Bukan istri yang pergi keluar belajar langsung sama ustad. Nanti nafkah batinnya dari ustad dong😀.

Semoga kita semua diberi kekuatan untuk amal. Amin