Membaca di sebuah koran bahwa akan dibangun jembatan Selat Sunda yang akan menelan biaya 100T. Wow sebuah nilai yang fantastis toh. Nilai sebesar itu hanya untuk jalan  beberapa puluh kilometer saja. Pembangunan jembatan ini hanya memberikan solusi terhadap masalah yang sudah bisa teratasi. Selama ini kapal penyeberangan bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Hanya belakangan ini saja terjadi kemacetan di penyeberangan dikarenakan banyak kapal yang rusak. Untuk menjadikan keadaan seperti semula tentu tidak membutuhkan dana sampai 100T. Untuk membeli kapal dan perbaikan dermaga paling menelan biaya 10T. Kemudian kelebihan dana 90T bisa digunakan untuk perbaikan infrastruktur  darat dilintas Sumatra yang masih jelek.Untuk apa membangun infrastruktur yang hanya beberapa puluh kilometer dengan biaya yang besar tapi jalan yang beratus kilometer rusak tidak terbenahi.

Hal perlu diingat yang lainnya adalah bahwa Indonesia bukan hanya Jawa dan Sumatra tapi masih ada Kalimantan, Sulawesi, Papua dan lainnya. Bagaimana nasib lintas Kalimantan yang tak kunjung selesai? Padahal ini adalah masalah yang belum ada penyelesaiannya. Berbeda dengan permasalahan Selat Sunda yang sebenarnya sudah ada solusinya tadi. Kota-kota di pulau Kalimantan belum terhubung semua melalui jalur darat. Dari kota Pontianak ke kota Balikpapan mesti menggunakan transportasi udara dan itu pun mesti melalui kota Jakarta terlebih dahulu. Bagaimana perekonomian pulau kalimantan akan bergerak bila kotanya tidak terhubung satu dengan yang lainnya.

Semoga pemerintah lebih bijak dalam penggunaan anggaran negara.

Posted from WordPress for Android