Saat ini banyak sekali pemotivator yang memovitasi orang untuk bersedekah dengan “iming-iming” akan mendapatkan pendapatan atau penghasilan berkali-kali lipat, tentu saja hal ini tidak salah atau bahasa Inggris “Right”. Memang  banyak sekali janji Allah SWT dan Rasulullah dalam bersedekah. Namun hal ini ditakutkan niat saat bersedekah jadi sedikit “melenceng”, misalkan sedekah motor dengan berharap dikasih rejeki mobil oleh Allah SWT. Disini dikatakan sedikit melenceng jadi bukan berarti gak boleh, silahkan saja toh memang ada janji Allah SWT disana.

Tapi apakah kita berharap semua amal kita dibalas semuanya oleh Allah SWT di dunia? Lantas apa yang kita dapatkan nanti di akherat? Saat kita bertanya mana amal sedekah  sepeda motor, panti asuhan, kasih makan orang miskin dan lain-lain. Saat itu Allah SWT akan berkata “Sudah AKU balas di dunia sesuai niatmu saat bersedekah ingin mobil, ingin dapat jodoh, ingin menjadi kaya”.

Berikut ini beberapa kisah singkat para Sahabat RA tentang bagaimana memandang amal dan dunia. Umar RA pernah menangis saat menikmati santapan yang lebih dari biasanya karena takut semua amalnya sudah Allah SWT balas didunia dan tak tersisa lagi di akherat. Begitu pula Abu Hurairah RA menangis saat makan ayam sambil berkata “Seandai ini merupakan kebaikan pasti sudah datang di zaman Rasulullah SAW”.

Salah seorang motivator pernah berkata “Orang kaya taat= Orang miskin taat, jadi mending kaya kan?” Wah dasarnya dari mana? Jelas orang miskin taat lebih mulia dari orang kaya taat. Silahkan cek hadist-hadist mengenai orang miskin.  Para orang sahabat yang dijamin langsung masuk surga tanpa hisab oleh Rasulullah hanya Abdurrahman bin Auf  yang kaya (CMIIW).

Kalo menurut logika motivator… Abu Bakar RA mestinya sudah kaya raya Buuaanggeett… Tapi semuanya Allah SWT tangguhkan.. sebab Allah SWT akan balas di akherat dengan surga yang luas bahkan malaikat pun tak sanggup untuk mengelilingi surga yang dimiliki Abu Bakar kelak.

Silahkan di cek bagaimana kehidupan Abu Bakar, Umar, Ali, Fatimah, Abu Hurairah, Bilal, dan sahabat yang lainnya…

Jadi perbaiki lah niat sebelum, saat dan sesudah beramal….