Bekerja sesuai dengan Job Description (JD) yang telah ditentukan merupakan syarat minimal yang mesti dilakukan seorang karyawan. Misalkan dia seorang Office Boy di kantor maka pekerjaannya berkaitan dengan kebersihan disekitar kantor. Namun bila seorang karyawan hanya selalu bekerja pada JD saja maka dia tidak akan memiliki pengalaman atau pengetahuan lain diluar hal-hal yang sudah diketahui dan biasa dikerjakan.

Lalu apakah bekerja lebih dari JD itu menguntungkan? Hal ini saya alami saat dikontrak sebuah perusahaan untuk menangani sebuah pembuatan system. Tentu saja saya di kontrak atau bahasa kerennya di Hire🙂 hanya untuk menangani seputaran system yang diimplementasi saja. Namun pada kenyataannya setelah proses implementasi selesai. Maka tahapan memasuki sosialisasi dalam hal ini adalah dilakukannya pameran mengenai system tersebut. Sebagai orang yang mengimplementasi system tentu seharusnya saya gak perlu pusing dengan booth pameran, acara pameran seperti apa dan tetek bengek lainnya. Dan sangat mungkin saya angkat tangan mengenai masalah ini dengan berkata “Saya orang system dan bekerja hanya untuk masalah system”. Dan tentu saja orang-orang kantor tidak akan protes kemudian saya kembali tenggelam dengan skrip-skrip programming.

Berlindung di balik JD tidak lah menarik lagi bagi saya, selagi hal-hal yang bisa dibantu dan ditangani kenapa tidak dilakukan. Dari situlah akan ada pengalaman baru mulai dari diskusi mengenai setting dekorasi dengan  orang kreatif yang dimiliki perusahaan sampai nego harga merchandise untuk pengunjung pameran. Bertemu orang baru itulah salah satu keuntungan yang didapat. Bertemu orang baru berarti ilmu baru, percayalah setiap orang pasti punya kelebihan, dari situlah ilmu didapat.

Yuk selalu berusaha mencoba Out of the box…. I wish…