Pada saat perang Uhud Rasulullah SAW memerintahkan pasukan pemanah berada diatas bukit untuk menghadapi musuh-musuh Islam. Setelah terjadi pertempuran dan para musuh sudah lari meninggalkan medan pertempuran. Maka diantara para sahabat pemanah ada yang mulai bimbang apakah ini sudah boleh turun atau belum. Ada yang berpendapat perintah menjaga hanya saat pada perang dan mereka sebagian berpendapat perang sudah usai maka sudah boleh turun untuk mengambil harta rampasan perang. Akhirnya diantara mereka turun mengambil harta tersebut. Melihat keadaan tersebut Khalid bin Walid panglima perang kaum kafir Quraisy yang saat itu masih belum memeluk Islam memerintahkan pasukannya untuk menyerang kaum muslimin.

Musibah pun tak terelakan kekalahan diderita oleh kaum muslimin. Banyak para sahabat gugur syahid pada saat itu, bahkan paman Rasul yang sangat dicintainya, Hamzah gugur syahid dalam keadaan yang begitu mengenaskan dan  gigi Nabi SAW patah pada perang itu.

Namun setelah perang usai Nabi SAW tidak marah kepada para sahabat, tidak mencari siapa yang mulai turun dari baris penjagaan, tidak mencari kesalahan para sahabat dan tidak menyidang para sahabat yang menjadi barisan pemanah. Padahal sahabat telah melakukan kesalahan besar yaitu tidak taat pada perintah Rasulullah SAW. Semua kesalahan para sahabat Rasul maafkan, begitu mulianya sifat pemaaf Nabi SAW.

Rindu kami padamu ya Rasulullah.