Sebuah perusahaan yang menggunakan Teknologi Informasi akan menghadapi 2 buah pilihan yang pertama apakah system yang digunakan mesti menggunakan teknologi yang sama semua (Homogen) dalam artian misalnya seluruh teknologi yang digunakan dari Microsoft saja atau IBM saja atau semuanya Open Source. Pilihan  Kedua,  system yang digunakan berbeda-beda alias Heterogen misalnya untuk server aplikasi pake Linux, database server pake Unix, OS untuk user menggunakan Windows. Pertanyaannya adalah mana yang lebih baik system Homogen atau Heterogen?

Sebagai penganut prinsip “Berbeda itu Indah” tentu saya cenderung menyukai sistem yang Heterogen. Coba kita bayangkan kalo semua wanita di muka bumi ini sama semua, misalkan semuanya seperti Miyabi (he..he…) tentu tidak akan terasa indah lagi.

Seluruh system yang ada sekarang ini tentu tidak ada yang sempurna dan akan mengalami kondisi seperti segitiga dibawah ini :

Jadi tidak ada system yang Kegunaannya mumpuni, Keamanannya tangguh serta Kenyamanannya nikmat. Hal ini lah yang perlu diperhatikan para ahli di bidang TI dalam mengambil keputusan saat akan menggunakan teknologi, kearah mana titik hitam itu akan digeser. Jika system yang dibutuhkan yang mementingkan kenyamanan maka di geserlah titik hitam ke arah kanan bawah, kalo membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi maka digeserlah kearah kiri bawah begitu juga untuk Kegunaan. Contohnya : Komputer tidak menggunakan password maka memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi namun dari sisi keamanan rendah, email dengan basis text saja mempunyai keamanan yang tinggi namun dari sisi kegunaannya menjadi rendah karena tidak bisa menaruh gambar atau suara.

Walaupun perusahaan penyedia jasa IT seperti Oracle, Microsoft, IBM dan lain-lain menyediakan semua kebutuhan para pengguna IT. Namun setiap perusahaan tersebut tentu mempunyai apa yang disebut dengan produk “Andalan”. Misalkan Oracle hebat dalam bidang database dan ERP, Unix handal dalam urusan server, IBM terbukti mumpuni dalam urusan perbankan, Microsoft terkenal mudah digunakan. Tapi semua perusahaan tersebut mempunyai kekurangan di produk-produk mereka yang lainnya baik disisi keamanan, kenyamana dan kegunaan. Sehingga ini juga menjadi pertimbangan untuk tidak menggunakan system yang homogen.

Kemudian kalo dilihat dari sisi bisnis juga kurang baik. Misalkan semua system di perusahaan menggunakan teknologi Microsoft semua, sekarang bayangkan kalo ternyata Microsoft bangkrut sehingga system yang ada diperusahaan tidak jelas support dan service nya bagaimana.

System yang Homogen cenderung rentan dari sisi keamanan, bila 1 server berhasil di tembus oleh seorang Hacker maka kemungkinan besar semua servernya bisa dtembus juga karena mempunyai system yang sama.

Walaupun demikian bukan berarti system yang Heterogen tanpa kelemahan, beberapa kelemahan diantaranya adalah perusahaan harus memiliki ahli IT di setiap system yang digunakan, agak susah dalam masalah sikronisasi data antar system tapi dengan adanya standar pertukaran data dengan XML mungkin ini bisa di atasi, pemeliharaan system akan memakan biaya yang tinggi.

Jadi banyak hal yang mesti dipertimbangkan oleh para ahli IT diperusahaan untuk memilih system yang Homogen atau Heterogen. Namun secara personal bin pribadi saya cenderung ke arah system yang Heterogen.

Back to basic “Perbedaan itu Indah”….